Cerita Mini " Jarum Petaka"
Karya Tresnawati
"Jasmine, jangan lupa ya besok kita akan pergi ke acara santunan," kata mama mengingatkan ku akan acara yang akan kami datangi besok. "Ya, Ma, Jasmine ingat kok."jawab Jasmine pada mamanya. Aku dan mama ku tidak tahu bahwa besok akan terjadi sesuatu yang sungguh tidak akan aku lupakan seumur hidupku. Inilah kisahku yang aku ceritakan pada teman dan guru kelasku di sekolah.
Aku anak pertama dari dua bersaudara.Menjadi anak yatim di usia yang masih kecil tidak pernah terbayangkan sebelumnya.Ayahku meninggal pada tahun 2015, saat aku duduk dibangku kelas 2 SD.Semua senyum hilang karena aku harus merelakan ayah pergi untuk selama-lamanya. Tidak lama setelah kepergian ayahku, kakekku pun menyusul dipanggil Yang Maha Kuasa. Kakek yang sangat ku sayangi setelah kepergian ayah, yang sangat kami andalkan untuk membantu kondisi ekonomi keluargaku.
Hari demi hari kami lalui bersama.Kami mencoba bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti layaknya orang lain. Mama harus bekerja keras untuk biaya hidup dan biaya sekolahku. Musibah kembali datang di awal tahun 2019. Hari itu kami akan pergi ke acara santunan anak yatim. Pagi itu, mama memanggilku. " Jasmine, ayo kita pergi Nak, nanti kita terlambat datang ke acara."ajak mama padaku. Saat itu aku sedang mengenakan jilbab, dan saat aku menjawab ajakan mama, tanpa sadar jarum pentul yang akan aku pakai di kerudung dan diletakkan di mulutku tertelan. Begitu mama melihat hal itu, langsung beliau melarikanku ke rumah sakit terdekat.Nampak sekali kecemasan dan air mata mama melihat peristiwa itu.
Setelah melakukan serangkaian observasi dan pemeriksaan, posisi jarum berada di saluran pernapasan tepatnya di paru paru, hal tersebut mengharuskanku operasi untuk mengangkat jarum.Aku merasakan takut yang luar biasa, namun mama selalu berdoa berharap keajaiban akan terjadi. Alhamdulillah Allah pun menjawab doa kami, posisi jarum pindah ke saluran cerna, sehingga tidak perlu dilakukan operasi. Aku pun dianjurkan makan yang banyak dan berserat, agar jarum bisa turut bisa keluar lewat buang air besar. Akhirnya dokter menyatakan bahwa jarum sudah tidak ada lagi dalam saluran cerna. Sekali lagi Allah menunjukkan kebesarannya padaku.
Syukurlah aku bisa kembali pulih dan kembali ke sekolah seperti biasa. Begitu banyak hikmah yang aku petik dari peristiwa mengerikan yang aku alami. Betapa kasih sayang mama , teman-teman dan guruku sangat besar padaku. Kuasamu ya Allah yang begitu besar padaku, sehingga aku di beri kesempatan untuk kembali sehat. Aku berjanji tidak akan ceroboh lagi di waktu yang akan datang.
Bandung, 18 Maret 2020
Karya Tresnawati
"Jasmine, jangan lupa ya besok kita akan pergi ke acara santunan," kata mama mengingatkan ku akan acara yang akan kami datangi besok. "Ya, Ma, Jasmine ingat kok."jawab Jasmine pada mamanya. Aku dan mama ku tidak tahu bahwa besok akan terjadi sesuatu yang sungguh tidak akan aku lupakan seumur hidupku. Inilah kisahku yang aku ceritakan pada teman dan guru kelasku di sekolah.
Aku anak pertama dari dua bersaudara.Menjadi anak yatim di usia yang masih kecil tidak pernah terbayangkan sebelumnya.Ayahku meninggal pada tahun 2015, saat aku duduk dibangku kelas 2 SD.Semua senyum hilang karena aku harus merelakan ayah pergi untuk selama-lamanya. Tidak lama setelah kepergian ayahku, kakekku pun menyusul dipanggil Yang Maha Kuasa. Kakek yang sangat ku sayangi setelah kepergian ayah, yang sangat kami andalkan untuk membantu kondisi ekonomi keluargaku.
Hari demi hari kami lalui bersama.Kami mencoba bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti layaknya orang lain. Mama harus bekerja keras untuk biaya hidup dan biaya sekolahku. Musibah kembali datang di awal tahun 2019. Hari itu kami akan pergi ke acara santunan anak yatim. Pagi itu, mama memanggilku. " Jasmine, ayo kita pergi Nak, nanti kita terlambat datang ke acara."ajak mama padaku. Saat itu aku sedang mengenakan jilbab, dan saat aku menjawab ajakan mama, tanpa sadar jarum pentul yang akan aku pakai di kerudung dan diletakkan di mulutku tertelan. Begitu mama melihat hal itu, langsung beliau melarikanku ke rumah sakit terdekat.Nampak sekali kecemasan dan air mata mama melihat peristiwa itu.
Setelah melakukan serangkaian observasi dan pemeriksaan, posisi jarum berada di saluran pernapasan tepatnya di paru paru, hal tersebut mengharuskanku operasi untuk mengangkat jarum.Aku merasakan takut yang luar biasa, namun mama selalu berdoa berharap keajaiban akan terjadi. Alhamdulillah Allah pun menjawab doa kami, posisi jarum pindah ke saluran cerna, sehingga tidak perlu dilakukan operasi. Aku pun dianjurkan makan yang banyak dan berserat, agar jarum bisa turut bisa keluar lewat buang air besar. Akhirnya dokter menyatakan bahwa jarum sudah tidak ada lagi dalam saluran cerna. Sekali lagi Allah menunjukkan kebesarannya padaku.
Syukurlah aku bisa kembali pulih dan kembali ke sekolah seperti biasa. Begitu banyak hikmah yang aku petik dari peristiwa mengerikan yang aku alami. Betapa kasih sayang mama , teman-teman dan guruku sangat besar padaku. Kuasamu ya Allah yang begitu besar padaku, sehingga aku di beri kesempatan untuk kembali sehat. Aku berjanji tidak akan ceroboh lagi di waktu yang akan datang.
Bandung, 18 Maret 2020
Comments
Post a Comment